Lelucon Tentang Puncak

Humor atau lelucon merupakan suatu hal yang dapat menyegarkan batin kita semua. Mengapa saya dapat mengatakan begitu? Karena setiap pagi biasanya kita akan disibukkan dengan berbagai aktivitas yang pada gilirannya dapat membuat batin kita menjadi terganggu. Dan apakah itu tentang beberapa tumpukan pekerjaan diatas meja kerja anda, atau ketidakharmonisan hubungan bersama pacar maupun teman anda, pada akhirnya semua masalah tersebut dapat diatasi dengan menceritakan sebuah humor yang dapat membuat hidup anda menjadi lebih indah. Dan humor yang akan kami ceritakan dalam artikel ini, bukanlah merupakan sebuah humor biasa. Nah, bagaimana guys? Apakah anda siap untuk ngakak sampai perut menjadi mulas. Lets check it out guys.

Perjalanan ke puncak, Bogor

puncak36

Pada suatu hari ada sepasang suami istri yang ingin merencanakan perjalanan ke puncak yang berlokasi di Bogor, akan tetapi kedua pasangan tersebut tidak mengetahui arah menuju puncak yang ada di Bogor. Dan kita katakanlah kedua pasangan ini bernama Adi dan Ima, lalu sesampainya di tengah jalan mereka dihampiri oleh seseorang yang tidak dikenal, kita katakanlah si Fika yang menghampiri kedua pasangan tersebut, dan bertanya:

Fika : Hey, pasangan muda, apa yang kalian lakukan disini
Adi dan Ima : Kami mau ke puncak dek manis
Fika : Hah! manis, aku bukan gula kaliiiii
Adi : Ah, sama aja lah tuh
Fika : Kagak sama mas, dan ngomong-ngomong kalian mau kemana
Ima : Lho kok ngomong-ngomong lagi, dari tadi kan kami udah ngomong mau ke puncak
Fika : oooo begitu rupanya
Adi : ooo bulat lah

Setelah itu fika langsung melanjutkan

Fika : Mas, kalo puncak itu ada di atas (dengan menunjukkan jari tangannya diatas)

Setelah mendengar fika mengatakan kata di atas, lalu Adi dan Ima berkata

Adi dan Ima: Dek, kami tau puncak itu ada di atas
Fika : Iya, gue juga tau puncak ada di atas, tandasnya
Adi : Iya yang adek bilang tuh memang benar puncak ada di atas, cuma rutenya dari mana jalannya, kami mau cepat ini.
Fika : Hah! rute? Apa itu rute? Kagak ngerti gue
Ima : Udahlah di, kita tanya orang di sekitar sini aja, males ngomong sama orang tulalit kayak gini

Kesimpulan

Nah, itulah kisah dari kedua pasangan yang bertemu orang tulalit seperti diatas. Dan jika kita telah selesai membaca humor singkat diatas, maka kita dapat mengambil kesimpulan yaitu, puncak memang selalu diatas, namun jalan masuk ke puncaknya darimana. Nah itulah kurangnya informasi yang diberikan kedua pasangan tersebut kepada si cewek yang bernama fika, yang kami sebutkan diatas. Jika kita bertanya tentang jalan masuk ke puncak darimana ya dek? Maka orang yang kita tanya tersebut, tentunya akan memberikan informasi tentang rute yang dapat mengakses jalan menuju puncak. Dan kalau kita hanya mengatakan puncak ada dimana? Maka sudah jelas rasanya, orang yang kita tanya tersebut akan memberikan jawaban aneh yaitu Puncak ada diatas. Hehe, Gimana guys? Udah enakkan dengar cerita puncaknya.